Tingkatkan Karakter Lewat Dongeng

186

SINTANG | SenentangNews.com – Hari ini, Kamis (20/3) bertepatan dengan Hari Dongeng Sedunia. Peringatan Hari Dongeng Sedunia dimulai pada tahun 1991-1992 oleh para pendongeng di Swedia dengan nama All Storytellers Day.

Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa dan penuh dengan khayalan atau fiksi, yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng adalah bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara turun-temurun dari nenek moyang hingga saat ini.

Pada kesempatan ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Kusnadi mengajak seluruh warga masyarakat untuk lebih gemar membaca.

“Hari Dongeng Sedunia ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali menggalakkan giat membaca. Jangan biarkan anak tenggelam dalam gadgetnya yang akan membuat perasaan antara anak dan orang tua semakin menipis,” ujarnya.

Kusnadi menyampaikan bahwa dongeng merupakan salah satu pendidikan karakter yang didalam ceritanya memiliki nilai-nilai positif yang dapat diambil baik bagi pembaca maupun pendengarnya. Tak hanya itu, giat mendongeng dalam keluarga juga dapat meningkatkan emosional baik dari orang tua maupun anak.

“Ada banyak hal positif yang bisa diambil dari dongeng namun sepertinya ini sudah semakin hilang. Dulu, sebelum tidur, ada saja dongeng yang diceritakan orangtua sementara saat ini anak lebih cenderung menggunakan gadget tanpa batasan waktu,” ucapnya.

Meskipun demikian, Kusnadi mengakui ada beberapa dongeng yang alur ceritanya kerap diubah oleh orang tua dikarenakan beberapa hal seperti tak sesuainya alur cerita untuk anak-anak dibawah umur.

“Mengadopsi dan mengubah sedikit jalur cerita biasanya memang sering dilakukan, seperti menghilangkan cerita percintaan namun mengganti dengan alur kasih sayang yang bahasanya lebih dipahami oleh anak-anak,” tukasnya. (Bny)