Aren dan Kakau Komoditas Alternatif Menjanjikan

625
Philipphine Chocolate Queen, Raquel T. Choa & The Chocolate Princess Hannah Choa memperlihatkan sejumlah produk yang telah memiliki merek dagang. Bersama Yohanes Rumpak dan Plt. MD KKG Hilarius Gimawan.

SINTANG | SenentangNews.com– Setelah sukses dengan tanaman dan produk gula aren di Kapuas Hulu, sekarang giliran membidik tanaman kakau. Menurut pihak penggagas Yohanes Rumpak, dua komoditas tersebut menjadi pilihan untuk penganekaragaman tanaman petani. Selain prospeknya menjanjikan, tujuannya agar petani tidak hanya bergantung kepada komoditas karet dan sawit saja.

“Bukan sekedar gagasan, tindak lanjutnya pun telah dilakukan. Khusus untuk aren di Kapuas Hulu, telah dibangun pabrik pengolahannya disertai dengan pembagian belasan ribu bibit aren kepada petani. Pada pasca pengolahan pun, untuk proses kemasan dan pemasarannyaturut dibantu. Mesin pengolahan gula aren untuk di Sintang pun telah datang,” kata Managing Director Keling Kumang Group (KKG) Non Aktif ini, hari Rabu (28/11/2018) di Sintang.

Salah satu komponen mesin pengolah gula aren untuk di Sintang saat tiba di gudang.

Khusus untuk komoditas kakao, telah digelar seminar dengan mendatangkan empat orang ahli dari Filipina. Ahli tersebut terdiri dari dua orang ahli tanaman kakao, Eduardo Patino dan Aurelia Castro, serta dua orang lainnya adalah Philippine Chocolate Queen (Ratu Coklat Filipina) Raquel T. Choa dan The Chocolate Princess (Putri Coklat), Hannah Choa. Para ahli ini juga sempat meninjau kebun kakao petani di Desa Merarai Dua Kecamatan Sungai Tebelian.

Raquel T. Choa dan Hannah Choa, mendapat gelar Ratu Coklat dan Puteri Coklat dari pemerintah Filipina karena dedikasinya terhadap pengolahan coklat. Bahkan sang Ratu Coklat ini telah memiliki empat buah merek dagang dari produk-produknya.

“Namun yang terpenting adalah tentang rencana tindak lanjutnya. Jika aren sudah disebarkan bibitnya dan bahkan sudah ada produk gula aren, hasil seminar tanaman kakao pun segera akan ditindaklanjuti. Tindak lanjut tahap pertama dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada para petani,” pungkas Yohanes Rumpak. (lcs)