Sekilas Info

Pemkab Sintang Dukung Pengembangan Sawit Berkelanjutan

Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan di Hotel My Home, Kamis (22/11)

SINTANG | SenentangNews.com- Dalam periode lima tahun terakhir ini, sektor perkebunan di Kabupaten Sintang berkembang cukup pesat. Beberapa komoditas menjadi unggulan di sektor ini. Dari komoditas yang ada, kelapa sawit masih mendominasi yang berkembang cukup signifikan.

Asisten I Setda Sintang Abdul Syufryadi mengatakan perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang sangat bagus. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat

“Peran sektor perkebunan selama ini menunjukkan hasil positif dalam mendukung pembangunan khususnya sektor pertanian dan secara umum pembangunan nasional, baik berperan langsung terhadap pendapatan produk domestik bruto (PDB) maupun penyedia lapangan kerja,”kata Abdul saat membuka Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan di Hotel My Home, Kamis (22/11).

Menurut Abdul Kabupaten Sintang sendiri struktur perekonomian masih didominasi oleh tiga sektor ekonomi yaitu pertanian, perdagangan dan konstruksi. Peran ketiga sektor ini mendominasi pembangunan hingga 55,03 persen.

"Sektor pertanian termasuk sub sektor perkebunan memberikan kontribusi terbesar yaitu 23,46 persen dan antara sektor tersebut memiliki keterkaitan terhadap sektor lainnya,"kata Abdul.

Selain itu lanjut Abdul Kelapa sawit sampai saat ini masih menjadi andalan komoditas dalam subsektor perkebunan yang menjadi penopang perekonomian bagi masyarakat pekebun dan memberikan dampak terhadap perkembangan wilayah kabupaten .

“Kelapa sawit ini juga memberikan dampak kepada secara kehidupan sosial dan lingkungan. Sehingga dalam penanganannya tidak bisa parsial dan membutuhkan kolaborasi dengan semua pihak,”imbuhnya.

Oleh karenanya, atas inisiasi WWF-Indonesia dan dukungan dari para pihak di Kabupaten Sintang ini telah terbentuk forum multi stakeholder yang telah berproses sejak dikeluarkan Keputusan Bupati Sintang Nomor 525/305/KEP-DISTANBUN/2018 tentang pembentukan forum kelapa sawit berkelanjutan ini.

”Kita berharap atas terbentuknya forum ini dapat membantu mewujudkan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Bumi Senentang ini sebagai upaya mewujudkan Sintang Lestari dengan komoditas yang berkelanjutan,”bebernya.

Untuk itu Abdul berharap Forum yang telah terbentuk ini akan berfokus pada masing masing bidang untuk menyusun dan menjalankan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) untuk 5 tahun mendatang.

"Tentu dengan kegiatan ini forum mengharapkan peran aktif dari para pihak yang hadir sehingga proses konsultasi publik ini dapat memberikan input yang baik,”tandasnya.

Perwakilan WWF Indonesia, Putra Agung

Terpisah Perwakilan WWF Indonesia Putra Agung mengatakan bahwa forum kelapa sawit berkelanjutan merupakan forum yang menerima masukan dan saran serta memberikan rekomendasi dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan.

“Forum ini juga sebagai ajang diskusi antara pemerintah, perusahaan maupun masyarakat yang di dalamnya memerlukan komitmen,”kata Agung.

Selain itu lanjutnya perlu ada kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung perkembangan usaha kelapa sawit berkelanjuta yang berpihak pada kemajua usaha kelapa sawit.

“Keberadaan pemerintah daerah di sini sangat penting untuk mendukung usaha kelapa sawit, karena ada beberapa daerah yang tidak paham,”jelasnya.

Terkait dengan kesadaran perusahan terhadap sawit berkelanjutan, Agung menjelaskan bahwa saat ini semua perusahaan menuju tata kelola yang lebih baik dengan harapan tidak mengganggu investasi didalamnya. “Semua buyer saat ini sudah mengarah ke sana,”tukasnya. (bny)