Sintang Tuan Rumah, Undang Presiden RI Hadir Pada Temenggung International Conference

1234

SINTANG | SenentangNews.com – Kabupaten Sintang akan menjadi tuan rumah Tumenggung Internasional Conference. Presiden RI Joko Widodo dan Menkumham RI, Yasona H. Laouly direncanakan juga turut hadir pada kegiatan yang akan digelar pada tanggal 28-30 November mendatang.

Wakil Bupati Sintang, Askiman mengungkapkan kegiatan tersebut penting dilakukan mengingat masyarakat suku Dayak punya banyak kearifan lokal serta hukum adat yang saat ini masih belum memiliki lembaga yang benar-benar mengatur hal tersebut, baik secara lokal, nasional terlebih lagi internasional.

“Rencana kegiatan pertama adalah mempersatukan persepsi. Untuk itu Antropolog dan Sosiolog dihadirkan untuk memaparkan pentingnya peranan hukum dalam mengatur tata kehidupan,” ujarnya ketika ditemui di Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Sintang, Senin (5/11).

Wakil Bupati Sintang juga berharap kegiatan ini dapat menghadirkan kesepakatan yang menghasilkan sebuah forum ketemunggungan.

“Nantinya, ini yang akan menjadi pertimbangan apakah kita ingin membentuk lembaga resmi yang legal untuk mengatur semua urusan persoalan yang berkaitan dengan ketemunggungan,” ucapnya.

Ketua Steering Committe Tumenggung Internasional Conference, Agustinus Clarus menyampaikan bahwa pada kegiatan ini nanti akan dihadiri oleh Antropolog dan Sosiolog International yang akan menjelaskan secara ilmiah menggunakan literatur.

“Pakar ini lah yang nantinya akan menjelaskan darimana, siapa kita dan nenek moyang kita. Dari ilmu yang mereka berikan nanti kita akan memahami yang mana orang asal dan orang asli,” tuturnya.

Agustinus juga mengatakan bahwa undangan untuk tamu luar negeri pada kegiatan tersebut sudah tersebar dan sudah mendapatkan jawaban.

“55 orang tamu undangan dari luar negeri menyatakan siap hadir pada kegiatan ini. Persiapan sudah dilakukan sejak satu bulan terkahir ini,” lanjutnya.

Ketua Umum Organisasi Comittee, Abdul Sufriyadi memastikan Sintang sudah siap menjadi tuan rumah Temanggung International Conference.

“Selain membahas isu keberadaan masyarakat adat, hukum adat hingga implementasinya, pada kegiatan ini kita juga ingin membentuk lembaga ketemunggungan,” tukasnya. (Uli)