Diutus ke Legislatif Yohanes Rumpak Segera Wajib Cuti, Berani Mengutus Harus Berani Melepas

736

SINTANG | SenentangNews.com – Terhitung tanggal 1 Oktober 2018 mendatang, Managing Director (MD) Keling Kumang Group (KKG) Yohanes Rumpak akan memasuki masa cuti tak terbatas. Acara pelepasan aktivis pemberdayaan masyarakat pedalaman ini, akan dilakukan secara sederhana di Kantor Sentral Credit Union Keling Kumang (CUKK), Jalan YC Oevang Oeray Sintang.

Jika berani mengutus maka harus berani melepas. Sekali ditetapkan, tidak ada lagi langkah mundur. Begitu, ditegaskan Ketua Pengurus KKG dan CUKK, Mikael kepada SenentangNews.com, Rabu siang (26/9/2018) di Sintang.

“Yohanes Rumpak adalah aset SDM Keling Kumang yang selama belasan tahun turut membesarkan CUKK. Jika bukan karena alasan untuk memperjuangkan dunia perkoperasian di Kalimantan Barat, Keling Kumang tidak mungkin melepas aktivis yang satu ini. Meskipun melepas untuk sementara. Yohanes Rumpak diutus bukan hanya untuk Credit Union, namun untuk semua koperasi,” ucap Mikael.

Mikael juga mejelaskan, bahwa kronologi perutusan ini dimulai saat acara RAT CUKK Tahun Buku 2017 pada bulan Februari 2018 lalu. Dimana lebih dari 500 orang utusan anggota dari 62 kantor cabang berikut ratusan aktivis, para pengurus dan pengawas, sepakat untuk mengutus Yohanes Rumpak ke Legislatif.

“Itu keingninan yang tidak mudah, karena demikian banyak aturan di lembaga ini. Seorang aktivis yang akan mengikuti Pilkades saja, aktivis tersebut harus mengundurkan diri terlebih dahulu. Pada sisi lainnya, keberadaan Yohenes di lembaga ini sangat diperlukan. Akhirnya dengan melalui berbagai rapat dan pertimbangan, semua sepakat untuk mewajibkan cuti bagi Yohanes Rumpak,” ungkap Mikael.

Ketika ditanya mengapa masa cuti Yohanes baru akan berlaku pada tanggal 1 Oktober, dan bukan saat sebelumnya. Menurut Mikael, harus menunggu ditetapkannya Daftar Calon Tetap (DCT) dari KPU Provinsi.

“Kami tidak mau mendahului pengumuman dari KPU,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Yohanes Rumpak membenarkan bahwa dirinya memang harus wajib cuti terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2018. Namun disaat menjelang hari tersebut, dirinya masih sempat membuat beberapa hal penting. Diantaranya, melakukan MoU dengan IDEA Institut De EurnesiA.

MoU ini, kata dia, telah menjadikan Sekolah Menengah Kejuruan Keling Kumang sebagai Kalbar Deutsch Prep & Test Centre. Yaitu tempat persiapan dan pelatihan bagi para lulusan SMA/SMK yang akan melanjutkan studi ke Jerman. Dengan menjadikan SMK Keling Kumang sebagai Kalbar Deutsch Prep & Test Centre, akan meningkatkan reputasi dan kredibilitas SMK ini dalam kelengkapan fasilitas belajar.

Tentang tujuannya untuk membela koperasi, Yohanes memaparkan bahwa di republik ini ada tiga pelaku ekonomi, yaitu swasta murni, BUMN dan koperasi. Namun di parmelem jarang ada yang berbicara tentang koperasi.

“Banyak kebijakan-kebijakan untuk menyelamatkan likuiditas perbankan swasta, meskipun akhirnya menimbulkan masalah besar. Kemudian pihak BUMN juga kerap menerima hak penunjukan langsung. Namun jarang terdengar ada yang berbicara tentang dunia perkoperasian,” kata Yohanes Rumpak. (lcs)