Sekilas Info

Terbentur Usia, Honorer K2 Hanya Jadi Penonton

Para Honorer Saat Beraudiensi Dengn jajaran Pemkab Sintang

SINTANG | SenentangNews.com- Sejumlah tenaga honorer Kategori Dua (K2) di Kabupaten Sintang mengadu dan menemui pemerintah Kabupaten Sintang. Pengaduan mereka itu terkait dengan nasib pengangkatan mereka menjadi CPNS.

Selain mengadukan nasibnya untuk menjadi CPNS, para honorer K2 ini juga menuntut pemerintah kabupaten Sintang untuk menaikan gaji. Sebab selama ini gaji yang mereka terima perbulannya sebesar 1,4 juta.

“Kami minta pemerintah pusat bisa mengangkat kami menjadi CPNS. Selain itu kami juga minta pemerintah Sintang untuk dapat menaikan gaji minimal sesuai UMR yakni 2,5 juta perbulannya,”kata Ketua Forum Honorer K2 Langgun usai melakukan dialog di ruang rapat Setda, Senin (24/9).

Langun berharap pemerintah Sintang secepatnya merespon apa yang mejadi keluh kesah mereka selama ini. Sebab menurut dia kebijakan pemerintah yang membatasi usia maksimal 35 tahun sangat tidak adil.

“Ini tidak adil bagi kami yang telah lama mengabdi di daerah, jadi kami minta kebijakan ini secepatnya di ubah supaya ada asas pemerataan bagi kami,”tandasnya.

Terpisah Asisten II Setda Sintang Henri harahap mengatakan apa yang menjadi aspirasi para honorer K2 akan ditampung. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Sintang tidak bisa berbuat banyak.

“Sebab untuk pengangkatan tenaga honorer K2 ini, semua tergantung Pemerintah Pusat, jadi keluh kesah mereka tetap kita tampun yang nantinya akan kita sampaikan kepada bupati Sintang” kata Henri.

Menurut Henri kuota K2 yang belum diangkat menjadi CPNS sebanyak 297 orang. Namun hingga saat ini masih belum ada petunjuk yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Sintang terkait dengan tenaga honorer K2 tersebut.

“Ya mau tidak mau, harus gimana lagi. Kita tunggu saja dari pusat. Sebab mereka yang memutuskan untuk pengangkatan itu,” tegasnya.(bny)