Akan Terjadi Perang Bintang Di Dapil Kalbar II DPR RI

1019
Raymundus Eduardo Sitohang

SINTANG | SenentangNews.com – Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI tahun 2019 nanti, di Daerah Pemilihan Kalimantan Barat (Dapil Kalbar) II akan terjadi perang bintang. Pasalnya, selain adanya petahana Lasarus dan Sukiman, ada empat orang mantan Bupati dua periode yang akan turut bertarung. Yaitu Milton Crosby, Abang Tambul Husin, Simon Petrus dan Adrianus Asia Sidot serta Fieman Muntaco. Pendapat tersebut dikatakan mantan Ketua Panwaslu Sintang, Raymandus Eduard Sitohang.

Merujuk kepada DCS dari KPU RI, mantan Bupati Sintang Milton Crosby maju melalui partai Gerindra, Mantan Bupati Kapuas Hulu Abang Tambul Husin, maju melalui partai Nasdem, Mantan Bupati Sekadau Simon Petrus, maju melalui partai Demokrat, Mantan Bupati Landak Adrianus Asia Sidot.

Sebetulnya masih banyak nama-nama yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Contohnya mantan bupati Melawi Firman Muntaco yang maju dari partai berlambang pohon beringin. Sementara dua orang petahana lainnya, yakni Michael Jeno dan Daniel Johan, memilih untuk bertarung di Dapil Kalbar I.

“Di Dapil Kalbar II untuk DPR RI ini, juga ada figur-figur kuat yang selama ini karir politiknya mulus-mulus saja. Yaitu, Krisantus dari PDIP dan Antonius Situmorang dari Partai Gerindra. Ada juga figur yang datang dari kelompok angkatan muda, yaitu Yessy Melania dari Partai Nasdem. Yessi adalah putri dari Panji Bupati Melawi, yang sejak awal tahun telah gencar melakukan sosialisasi diri,” tutur Eduard Sitohang.

Sebetulnya masih banyak nama-nama yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Contohnya, sosok mantan Bupati Melawi periode 2010-2015, Firman Muntaco dari partai Golkar. Jika ditanya tentang peluang, tentu semuanya punya peluang karena tergantung banyak hal. Jangan juga meremehkan para Caleg dari Partai Politik baru. Karena semua Caleg tentu punya kalkulasinya sendiri.

“Yang pasti, pertarungannya akan amat sengit. Karena kuota untuk Dapil Kalbar II yang meliputi Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau dan Sanggau ini jumlahnya hanya empat kursi. Dan sejarah juga mengajarkan, bahwa banyak juga hasil Pileg yang diluar logika para pemerhati,” pungkas Eduard Sitohang.

Raymandus Eduard Sitohang (48), adalah mantan anggota Panwaslu Pileg dan Pilpres Tahun 2009; anggota Panwaslu Pilkada Bupati Sintang Tahun 2010; anggota Panwaslu Pilgub Tahun 2012 dan sebagai Ketua Panwaslu pada Pileg dan Pilpres Tahun 2013-2014. (lcs).