Sekilas Info

Pemantauan Standar, Suara dan Aksi Warga Negara desa Lubuk Tajau

SEKADAU | SenentangNews.com - Pemerintah Desa Lubuk Tajau bekerja sama dengan pihak Kecamatan dan Puskesmas Nanga Taman, Wahana Visi Indonesia (WVI), Koalisi Organisasi Masyarakat Peduli Anak Sekadau (KOMPAS) mendampingi warga desa Lubuk Tajau kecamatan Nanga Taman pada acara yang bertajuk Pemantauan Standar suara dan aksi warga negara Kamis (23/8/18) di kantor desa Lubuk Tajau.

Hadir pada acara tersebut Meri kepala Puskesmas Nanga Taman, Heri Waluyo kepala Seksi kesejateraan Rakyat kecamatan Nanga Taman, ketua KOMPAS Suryati, sekdes Ayenk, kepala dusun dan pasilitas desa Lubuk Tajau.

Kepala Puskesmas Nanga Taman Meri dalam paparannya mengatakan, untuk diketahui bahwa saat ini warga tidak boleh lagi melahirkan di rumah-rumah penduduk. Sebab, pemerintah sudah menyiapkan tempat yakni di Puskesmas, di Pustu dan Puskesdes. Bahkan rumah tungu bersalin pun sudah disiapkan.

"Bagi yang mau melahirkan tidak boleh menumpang rumah warga, karna kita sudah siapkan tempat," kata Meri.

Selain itu, ia juga mengajak agar para kader Posyandu yang ada, harus mampu berkomitmen untuk bersama menaikan kelas Posyandu yang ada di desa Lubuk Tajau.

"Supaya kerja kita ada hasilnya dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sehinga pelayanan harus ada perubahan. Kita harus selangkah lebih maju," ajak Meri.

Sementara itu Heri Waluyo kepala seksi kesejehteraan Rakyat kecamatan Nanga Taman menilai bahwa program WVI dan KOMPAS yang didanai oleh Uni Eropa dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat. Lagipula program tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah kabupaten Sekadau.

"Program seperti ini saya nilai baik, manfaatnya sangat tepat, sasarannya langsung dirasakan oleh masyarakat kecil,"kata Heri.

Karena lanjut Heri, hasil penjaringan suara dan aksi ini warga negara ini, sebagai bahan bagi desa dan kecamatan sebagai bahan, dan selajutnya akan dibahas pada Musrenbang desa dan kecamatan, kata Heri.

Ayenk Sekdes Lubuk Tajau dalam arahannya saat menbuka acara pemantaua suara dan aksi warga negara mengatakan, bahwa kesehatan merupakan suatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, apabila kesehatan tidak diperhatikan, maka secara umum negara juga tidak bisa kuat. Maka dari itu untuk menguatkan negara tentu berawal dari desa.

"Sehingga agar kesehatan bisa tertangani dengan cepat desa Lubuk Tajau melalu dana desa akan menbayar tenaga honor kesehatan yang bertugas khusus di desa Lubuk Tajau. Honornya nanti sama dengan perangkat desa lainya,"kata Ayenk.

Fasilitator desa (Fasdes) Emilius Osu kepada awak media mengungkapkan, bahwa Suaran dan Aksi Warga telah dilaksanakan atas prakarsa WVI yang didanai oleh Uni Eropa. Selain itu ada juga program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang sudah dilaksanakan.

Bahkan kata dia, desa Lubuk Tajau mendapat nomor urut ke empat dari 13 desa sekecamatan Nanga Taman yang sudah punya Water Closet (WC). Artinya, seluruh warga desa Lubuk Tajau tidak lagi BABS, seperti sebelumnya.

"Dulu warga desa Lubuk Tajau Buang Air Besar Sembarangan (BABS), setelah ada program dari WVI dan Dinas Kesehatan warga sudah mulai menyadari arti kebersihan," kata Osu.

Bukan hanya itu, sekarang sambung Osu di semua dusun wilayah desa Lubuk Tajau sudah ada tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"PAUD sudah ada di semua dusun, artinya bagi ibu-ibu yang mengantar anaknya untuk ikut PAUD tidak perlu lagi jauh-jauh. Ditempat mereka sudah ada,"tutur Osu. (Tjo)