Sekilas Info

AMAN Sintang Siap Perangi Narkoba

SINTANG- Tingginya kasus penyalahgunan narkoba dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Sintang membuat berbagai elemen masyarakat turut prihatin. Keprihatinan salah satunya ditunjukan Aliansi Masyarakat Anti Narkoba(AMAN) Kabupaten Sintang.

Sebagai lembaga yang membidangi pencegahan narkoba, AMAN terus berupaya untuk membantu aparat penegak hukum untuk membantu mengkampanyekan akan bahayanya narkoba.

“Sebagai langkah awal yang akan kita lakukan untuk memperkenalkan AMAN Kepada Masyarakat melalui pemasangan Spanduk serta akan membagikan brosur kepada Masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba, “ungkap Surya ketua AMAN Sintang ketika membagian brosur anti Narkoba di Bundaran Tugu Adipura Sintang belum lama ini.

LSM yang didirkan sejak 14 Februari 2014 ini, merupakan salah satu Lembaga yang dibentuk untuk memerangi peredaran Narkoba diwilayah Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sintang.

“Berdasarkan Informasi yang kami dapatkan dari bahwa kasus peredaran Narkoba dikabupaten sintang setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dengan kondisi tersebut cukup menggugah hati kami untuk memeranginya dengan membentuk lembaga ini, “ujarnya.

Menurut Surya, ada empat bahaya yang terjadi apabila Narkoba disalah gunakan. Penyalahgunaan narkoba akan berbahaya terhadap Keluarga. Dalam keluarga ini sipengguna tidak akan menjaga sopan santun, akan melawan orang tua, keinginan tak terpenuhi suka melakukan kekerasan fisik, serta akan nama baik keluarga akan tercemar.

Yang kedua, bahaya terhadap lingkungan masyarakat, sebagai contoh tidak segan-segan melakukan tindak pidana,menggangu ketertiban umum, membahayakan keselamatan orang lain dan tidak merasa menyesal apabila melakukan kesalahan, bahaya ketiga yang akan ditimbulkan terhadap diri sipemakai karena mampu merubah sikap dan keperibadian, serta akan merubah sikap brutal yang mengarah kepada tindak kriminal.

“Pengaruh lain yang ditimbulkan terhadap si pemakai akan mempengaruhi kesehatan fisik, Mental, emosi dan social sipemakai, dan yang terakhir itu bahaya terhadap bangsa dan Negara, pasalnya akan merusak Generasi penerus bangsa serta rasa nasionalismenya akan pudar, “pungkasnya(bny)