Soal GGD, Guru Honorer Perbatasan Ngadu Ke Pemkab Sintang

951

SINTANG | Senentang News.com- Forum Guru Honorer Perbatasan mengadu ke Pemerintah Kabupaten Sintang, Jumat (17/11) kemarin. Mereka menuntut penyetaraan status antara guru honorer daerah perbatasan dengan Guru Garis Depan (GGD) supaya tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Sekitar berjumlah 89 guru honorer perbatasan diterima oleh Asisten I Pemkab Sintang Abdul Syufriyadi. Selain jajaran di Pemkab Sintang, juga hadir Seketaris Komisi C DPRD Sintang Melkianus, Seketaris Dinas Pendidikan, Yustinus dan Seketaris BKDSDM Kabupaten Sintang.

Curhatan guru-guru tersebut berlangsung sampai empat jam. Di akhir rapat, para guru pulang dengan janji Pemkab Sintang dan DPRD akan coba memperjuangkan aspirasi mereka.

Ketua Forum Guru Honorer perbatasan Brigita Adrianus, menyebutkan bahwa kedatangan mereka tersebut bertujuan untuk meminta kejelasan status honorer yang telah mereka jalani selama puluhan tahun.

“Kami minta pemerintah daerah Sintang untuk memperhatikan guru-guru yang telah lama mengabdi di perbatasan,”kata Bridita.

Brigita juga meminta kepada pemerintah untuk dapat memberikan ruang bagi guru-guru di daerah perbatasan terhadap perekrutan CPNS mendatang. Hal ini dipandang perlu mengingat perekrutan GGD tahun lalu jelas menimbulkan masalah bagi guru di perbatasan.

“Kami minta kedepannya supaya ada asas keadilan supaya masyarakat lokal bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Kalau untuk ijasah kami sudah dinyatakan layak rata-rata sudah SI,”jelasnya.

Seketaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang Yustinus mengatakan, pihaknya masih mengupayakan agar ada kejelasan status mereka.

“Sekarang walaupun belum jelas, mereka (guru) kita minta untuk tetap mengabdi.”katanya.

Terkait dengan penempatan GGD yang telah bertugas, Yustinus memastikan dinas pendidikan Sintang akan meninjau langsung kelapangan untuk mengetahui sejauh mana persoalan yang terjadi dimasyarakat.

“Pertengahan November kami akan turun termasuk mengumpulkan tokoh-tokoh masyaraka untuk mendingikan masalah ini,”jelas Yustinus.

Dengan kejadian hal ini, Yustinus berharap kepada guru-guru untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai pendidik sampai masalah ini bisa teratasi dengan baik.

“Saya berharap teman-teman guru tetap mengabdi. Kami juga berjaji akan memperjuangkan masalah ini,”tukasnya.

Seketaris Komisi C DPRD Sintang Melkianus berjanji akan memperjuangkan aspirasi guru-guru perbatasan yang selama ini statusnya belum jelas.

“Sebagai wakil rakyat sudah seharusnya memperjuangkan aspirasi terutama masalah status guru honorer di daerah perbatasan.Kami juga akan membuat tembusan kepada presiden supaya presiden juga tahu kendala selama ini,”kata Melkianus.

Politisi Golkar ini juga berharap kepada pemerintah untuk merubah pola serta sistem rekrumen GGD yang telah dilaksanakan tahun lalu.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi supaya tidak menimbulkan masalah antara guru yang telah lama mengabdi dengan GGD yang baru bertugas,”harapnya. (bny)