Sekilas Info

Kasus DBD di Bumi Senentang, Tertinggi di Kecamatan Sintang

SINTANG | SenentangNews.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sintang mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2011 sekitar 160 kasus yang ditemukan di bumi Sennetang.

Kepala Dinkes Kabupaten Sintang dr Harysinto Linoh mengatakan memang untuk kasus DBD di Sintang tahun 2017 ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Memang ada peningkatan kasus setiap tahunnya,” ujar dr. Sinto belum lama ini di DPRD Sintang.

Dikatakan dr Sinto, untuk tahun ini kasus DBD terbesar di kecamatan Sintang yakni 104 kasus, dan Kecamatan Sepauk 11 kasus. Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya memang Kecamatan Sintang paling tinggi kasus DBD-nya.

“Kecamatan Sintang yang paling tinggi, karena memang penduduknya juga yang paling banyak,” ungkapnya.

Menurut dr Sinto peningkatan kasus DBD tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya karena faktor alam seperti saat ini. Atau cuaca dengan hujan terus menerus dan terkadang tidak menentu.

Untuk meminimalisir atau menurunkan angka kasus DBD, Dinkes Sintang mulai gencar melakukan beberapa upaya pencegahan salah satunya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta pemberian Abate.

“Untuk Abate masyarakat bisa mengambilnya di setiap Puskesmas. Ambil saja itu gratis,”katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Sintang, Hamzah Sofian menyayangkan meningkatnya kasus DBD yang ada di Kabupaten Sintang terlebih lagi di Kecamatan Sintang.

Meningkatnya kasus DBD di Kecamatan Sintang menunjukkan kurangnya kepedulian masyarakat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Justru di daerah Kecamatan Sintang yang paling tinggi kasus DBDnya, itu sangat disayangkan terlebih lagi letak tak jauh dari kota. Saya berharap masyarakat bisa saling peduli dengan lingkungan dan bisa menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Untuk itu, Hamzah yang merupakan politisi dari PAN ini mengajak masyarakat untuk lebih menerapkan PHBS pada diri dan lingkungan sekitar, misalnya mengajak masyarakat sekitar tempat tinggal untuk bergotong royong membersihkan lingkungan.

"Jika ada waktu luang, lakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal dan sekitar agar tak ada tempat bagi nyamuk tersebut untuk berkembang biak. Itu lebih efektif dari pada meminta kepada dinas terkait untuk melakukan fogging. Karna mencegah lebih baik dari pada mengobati," tukasnya.(bny/uli)