Sekilas Info

Danrem Tak Ingin Kompromi Terhadap Barang Illegal

SINTANG I Senentang news.com- Danrem 121 ABW, Kolonel Inf Alfret Denny D Tuejeh, menegaskan bahwa TNI tidak mengenal kompromi dengan barang illegal. Pemberantasan barang illegal merupakan bagian dari tugas TNI.

"Kalau bisa dicegah akan kita cegah. Kalau ada akan kita cari. Ini bagian dari tugas TNI," tegasnya

Menurut Alfret, kemungkinan paling besar barang illegal di Kalimantan seperti penyeludupan gula dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui jalur perbatasan. Kemungkinan itu terjadi karena Kalimantan merupakan daerah yang berbatasan dengan Negara Malaysia.

"Saya di sini baru, jadi masih harus banyak belajar. Tapi hal-hal seperti ini sudah kita antisipasi. Pos-pos penjagaan diperbatasan selalu kita perketat," ucapnya.

Ia menjelaskan, penempatan personil diperbatasan bukan hanya untuk menjaga ancaman kedaulatan dari negara lain, tapi juga untuk memantau aktifitas diperbatasan. Jangan sampai penyeludupan barang illegal antara lintas batas maupun melalui jalan-jalan tikus terjadi. Setiap Kodim diharapkan mampu memonitor daerahnya. Jika perbatasan dipandang rawan, maka penjagaan perlu diperketat.

"Masyarakat juga kita harapkan dapat membatu TNI. Informasi sekecil apapun sangat diperlukan," kata Alfret.

Alfret berharap tidak ada anggota TNI menjadi becking barang illegal, karena tindakan tersebut bertentangan dengan tugas pokok TNI.

"Tugas pokok TNI adalah menjaga kedaulatan serta membantu masyarakat," tegasnya.

Alfret memandang penting hubungan baik antara TNI dan masyarakat. Hubungan tersebut mesti tetap terjaga, baik secara institusi maupun perorangan.

"Program pemberdayaan kita kepada masyarakat sudah ada, seperti Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD). Program ini sangat efektif untuk menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat," pungkasnya. (din/red)